“Dahulu ada sepasang kekasih yang sangat bahagia. Mereka saling mencintai dan sangat menjaga perasaan satu sama lain. Hingga hubungan mereka sangat langgeng sekali. Semua masalah yang merka temui, bisa mereka selesaikan dengan tenang. Mereka bisa saling meredakan emosinya, jika salah satu marah maka yang lainnya akan mengalah. Begitulah kehidupan mereka berdua.
Singkat cerita, suatu saat sang pria terbuai oleh bujukan setan, hingga dia pun melakukan hal yang tidak seharusnya dia lakukan dengan sang wanita. Pada awalnya sang wanita bersikeras menolak hal itu, tapi apa boleh buat karena memang sang wanita sangat mencintai sang pria. Dia pun mau melakukan hal tersebut, dengan alasan ingin menjaga perasaan sang pria dan tidak ingin hubungannya kandas di tengah jalan.
Hari demi hari berlalu, mereka semakin terjerumus. Pergaulan mereka semakin bebas, mereka tidak bisa menghentikan perbuatan tersebut yang telah menjadi ketergantungan. Tapi hingga suatu hari, sang pria ingin berubah dan menghentikan perbuatannya tersebut, karena dia tau itu salah. Dia sadar perbuatan itu hanya untuk pasangan resmi saja dan tidak sepantasnya untuk mereka lakukan.
Banyak cara telah dicoba, tapi selalu saja menemui jalan buntu. Lalu sang pria memikirkan satu cara yang benar-benar bisa menghentikan perbuatan maksiatnya itu. Dia pun terpikir untuk memutuskan hubungannya dengan sang wanita. Dia tahu ini sangat menyakiti hatinya, tapi dia lebih memikirkan untuk masa depannya. Karena dia tidak ingin mereka berdua HANCUR karena kenikmatan sesaat.
Hari itu pun tiba, sang pria mulai menjalankan rencananya. Pertama-tama ia memutuskan hubungannya dengan sang wanita dan menyambungkan hubungan mereka lagi untuk beberapa kali. Hingga sang wanita pun merasa hubungannya tidak serius, karena selalu putus nyambung. Dan itu cukup untuk membuatnya kesal. Setelah cukup membuat sang wanita kesal, tanpa pikir panjang sang pria pun melanjutkan rencananya dan memutuskan kembali hubungannya dengan wanita tersebut, dan sesuai dengan tebakannya saat dia meminta hubungannya kembali dilanjutkan sang wanita menolak mentah-mentah.
Yah, sukses! Sang pria bisa tersenyum. Karena dapat menemui titik terang untuk menghilangkan perbuatannya maksiatnya itu. Tapi seiring waktu berjalan, sang wanita memberi sedikit harapan kepada sang pria untuk melanjutkan kembali hubungan mereka. Mengetahui hal itu, sang pria pun melakukan banyak hal yang membuat sang wanita ilfeel dan tidak ingin mengenal sang pria lagi. Dan sekali lagi rencana sang pria sukses. Sang wanita sekarang semakin jauh. Bahkan mereka hampir seperti tidak pernah mengenal satu sama lain.
Tahun telah berganti, mereka berdua semakin dewasa. Sang pria mulai teringat kembali akan masa lalunya dan hal yang telah ia perbuat terhadap hubungannya. Dia sadar mengakhiri hubungan ini ternyata tidak menjadi solusi akhir. Dan dia tahu kesalahannya terdapat pada dirinya sendiri, yang terlalu lemah dan mudah terbuai rayuan setan. Dia pun berpikir untuk kembali melanjutkan hubungannya dengan wanita tersebut. Dia sadar akan kesalahannya yang tidak akan terhapus hanya dengan meninggalkan sang wanita. Maka dia memutuskan untuk kembali dan bertanggungjawab akan perbuatannya.
Tapi terlambat! Sekarang sang wanita telah mempunyai sosok pria yang lain. Tapi sang pria masih yakin bahwa sang wanita masih menyimpan rasa untuknya. Sehingga sang pria pun melakukan 1001 cara untuk membuatnya diterima kembali oleh sang wanita. Tetapi semuanya percuma, cermin yang pecah tidak bisa ia satukan kembali. Sang pria mulai menyerah, dan ingin menghentikan langkahnya sampai disini. Karena dia tidak bisa bila hanya terus mengejar wanita yang telah menutup hatinya rapat-rapat.
Terlalu lama tidak mendapatkan respon yang positif sang pria pun sadar hubungannya tidak sespesial dulu, seperti yang mereka janjikan selamanya saat pertama kali mereka bersama. Dan akhirnya sang pria pun meninggalkan sang wanita dengan perasaan menyesal, bersalah dan juga bahagia. Dia menyesal karena telah memutuskan hubungan mereka. Dia bersalah karena telah melakukan perbuatan yang terlalu jauh dengan sang wanita. Dan dia bahagia karena sekarang sang wanita pujaannya telah menemukan cintanya yang baru.
Tetapi sang pria masih berpikir satu cara. yaitu cara untuk menyampaikan maksud dan tujuan tentang apa yang telah dia perbuat kepada sang wanita selama ini. Karena selama ini sang wanita tidak pernah tau apa maksud perlakuan sang pria, dan sepertinya dia memang tidak akan pernah tau maksud dan tujuannya. Karena sang pria telah kehabisan akal dan cara!
Begitulah kisah mereka berdua, yang ditakdirkan untuk menghadapi masalah yang begitu besar. Sampai akhirnya semuanya berakhir.”
Singkat cerita, suatu saat sang pria terbuai oleh bujukan setan, hingga dia pun melakukan hal yang tidak seharusnya dia lakukan dengan sang wanita. Pada awalnya sang wanita bersikeras menolak hal itu, tapi apa boleh buat karena memang sang wanita sangat mencintai sang pria. Dia pun mau melakukan hal tersebut, dengan alasan ingin menjaga perasaan sang pria dan tidak ingin hubungannya kandas di tengah jalan.
Hari demi hari berlalu, mereka semakin terjerumus. Pergaulan mereka semakin bebas, mereka tidak bisa menghentikan perbuatan tersebut yang telah menjadi ketergantungan. Tapi hingga suatu hari, sang pria ingin berubah dan menghentikan perbuatannya tersebut, karena dia tau itu salah. Dia sadar perbuatan itu hanya untuk pasangan resmi saja dan tidak sepantasnya untuk mereka lakukan.
Banyak cara telah dicoba, tapi selalu saja menemui jalan buntu. Lalu sang pria memikirkan satu cara yang benar-benar bisa menghentikan perbuatan maksiatnya itu. Dia pun terpikir untuk memutuskan hubungannya dengan sang wanita. Dia tahu ini sangat menyakiti hatinya, tapi dia lebih memikirkan untuk masa depannya. Karena dia tidak ingin mereka berdua HANCUR karena kenikmatan sesaat.
Hari itu pun tiba, sang pria mulai menjalankan rencananya. Pertama-tama ia memutuskan hubungannya dengan sang wanita dan menyambungkan hubungan mereka lagi untuk beberapa kali. Hingga sang wanita pun merasa hubungannya tidak serius, karena selalu putus nyambung. Dan itu cukup untuk membuatnya kesal. Setelah cukup membuat sang wanita kesal, tanpa pikir panjang sang pria pun melanjutkan rencananya dan memutuskan kembali hubungannya dengan wanita tersebut, dan sesuai dengan tebakannya saat dia meminta hubungannya kembali dilanjutkan sang wanita menolak mentah-mentah.
Yah, sukses! Sang pria bisa tersenyum. Karena dapat menemui titik terang untuk menghilangkan perbuatannya maksiatnya itu. Tapi seiring waktu berjalan, sang wanita memberi sedikit harapan kepada sang pria untuk melanjutkan kembali hubungan mereka. Mengetahui hal itu, sang pria pun melakukan banyak hal yang membuat sang wanita ilfeel dan tidak ingin mengenal sang pria lagi. Dan sekali lagi rencana sang pria sukses. Sang wanita sekarang semakin jauh. Bahkan mereka hampir seperti tidak pernah mengenal satu sama lain.
Tahun telah berganti, mereka berdua semakin dewasa. Sang pria mulai teringat kembali akan masa lalunya dan hal yang telah ia perbuat terhadap hubungannya. Dia sadar mengakhiri hubungan ini ternyata tidak menjadi solusi akhir. Dan dia tahu kesalahannya terdapat pada dirinya sendiri, yang terlalu lemah dan mudah terbuai rayuan setan. Dia pun berpikir untuk kembali melanjutkan hubungannya dengan wanita tersebut. Dia sadar akan kesalahannya yang tidak akan terhapus hanya dengan meninggalkan sang wanita. Maka dia memutuskan untuk kembali dan bertanggungjawab akan perbuatannya.
Tapi terlambat! Sekarang sang wanita telah mempunyai sosok pria yang lain. Tapi sang pria masih yakin bahwa sang wanita masih menyimpan rasa untuknya. Sehingga sang pria pun melakukan 1001 cara untuk membuatnya diterima kembali oleh sang wanita. Tetapi semuanya percuma, cermin yang pecah tidak bisa ia satukan kembali. Sang pria mulai menyerah, dan ingin menghentikan langkahnya sampai disini. Karena dia tidak bisa bila hanya terus mengejar wanita yang telah menutup hatinya rapat-rapat.
Terlalu lama tidak mendapatkan respon yang positif sang pria pun sadar hubungannya tidak sespesial dulu, seperti yang mereka janjikan selamanya saat pertama kali mereka bersama. Dan akhirnya sang pria pun meninggalkan sang wanita dengan perasaan menyesal, bersalah dan juga bahagia. Dia menyesal karena telah memutuskan hubungan mereka. Dia bersalah karena telah melakukan perbuatan yang terlalu jauh dengan sang wanita. Dan dia bahagia karena sekarang sang wanita pujaannya telah menemukan cintanya yang baru.
Tetapi sang pria masih berpikir satu cara. yaitu cara untuk menyampaikan maksud dan tujuan tentang apa yang telah dia perbuat kepada sang wanita selama ini. Karena selama ini sang wanita tidak pernah tau apa maksud perlakuan sang pria, dan sepertinya dia memang tidak akan pernah tau maksud dan tujuannya. Karena sang pria telah kehabisan akal dan cara!
Begitulah kisah mereka berdua, yang ditakdirkan untuk menghadapi masalah yang begitu besar. Sampai akhirnya semuanya berakhir.”
0 comments:
Post a Comment