Novel (part 10) - Pengkhianat yang Berkhianat



“Hallo? Cyntia?”

“Iya, siapa ini?” sahut Cyntia di telepon.

“Ini gue Andi, ah masa lo lupa sih. By the way rumah lo masih di deket SMA 31 kan?”

“Oh Andi, kirain gue siapa. Iya, kenapa emangnya?”

“Di daerah lo ada orang yang baru pindahan gak?”



“Oy lagi nelpon siapa lo ndi?” gue menyela Andi.

“Ini Cyntia, temen gue yang rumahnya deket SMA 31. Kali aja dia tahu tentang Bejo hehe.” Andi tertawa kecil sambil memberi isyarat untuk jangan berisik.

“Okee.” sahut gue sambil melanjutkan menonton tv.



“Hallo Cyn masih disitu? Sorry tadi temen gue ganggu.”

“Oh iya gapapa, iya sih emang ada yang pindah baru-baru ini, kemaren gue liat ada mobil box yang nurunin barang pindahan di depan rumah gue.”

“Bagus. Gue kerumah lo sekarang ya.”

“Ehhh mau ngapain??”

“Udah tunggu aja disitu, jangan kemana-mana dulu lo.”

“Haa, iyadeh..” Cyntia menutup teleponnya.



“Haa ketemu juga...” ucap Andi sambil mengusap dahinya.

“Apanya yang ketemu?” jawab gue penasaran.

“Itu barusan gue nanya ke temen gue yang tinggal di deket SMA 31, dan ternyata ada yang baru pindahan ke depan rumahnya. Nah kali aja itu si Bejo. Kita kesana nyok!” ajak Andi.

“Ah gue males lagi tanggung, lo ajak Reyna aja.” gue lanjut tiduran.

“Yah payah, yaudah gue pergi dulu.”

***

Andi pun pergi ke rumah Cyntia bersama Reyna kekasihnya.



“Nah ini deh kalo gak salah rumahnya Cyntia.” tegas Andi.

“Yakin lo ndi? Yaudah coba masuk aja.”

to be continued....

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Copyright © / Diksi Gue (Ridwan)

Template by : Urang-kurai / powered by :blogger