“Teng-tong...” gue menekan bel rumahnya Bejo.
“Iya cari siapa mas?” ucap seorang wanita yang keluar dari rumah Bejo.
Sejenak gue terpesona, “Sejak kapan ada cewek cakep di rumahnya si Bejo?” gumam gue dalam hati.
“Bejonya ada mbak?” tanya gue.
“Bejo siapa ya mas? Disini gak ada yang namanya Bejo. Mungkin mas ini salah rumah.” jawabnya.
“Eh loh? Itu si Bejo dulu kan tinggal disini mbak, masa gak ada sih? Coba cek lagi.”
“Yee iya mas disini gak ada yang namanya Bejo, saya aja baru pindah kesini sekitar satu minggu yang lalu. Mungkin yang mas cari penghuni sebelum saya itu.”
“Ohaha sorry mbak, mbak tahu gak penghuni rumah ini sebelumnya pindah kemana?
“Waduh kurang tau ya mas, denger-denger sih ke rumah saudaranya di deket SMA 31. Tapi gatau juga sih mas.”
“Oh yaudah deh mbak, makasih atas infonya. Sory ya kalo saya ganggu.” gue senyum ke cewek itu dan pulang ke kost-an.
***
Sepanjang perjalanan dari bekas rumah Bejo ke kost-an gue terasa panjang banget. Gue terus berpikir “Ada apa dengan Bejo? Gak mungkin dia pindah dari rumah itu secara tiba-tiba, soalnya itukan rumah peninggalan kakek-neneknya. Lagian kenapa dia menghilang begitu saja dari kita bertiga. Arghh...” gak bisa gue pungkiri kecurigaan gue terhadap dia makin menjadi.
Setengah jam berlalu, akhirnya gue samai juga di kost-an tercinta.
“Oy ndi?? Masih tidur lo?” teriak gue dari pintu sambil melepas sepatu.
“Apa?” Andi menghampiri gue.
“Tau nggak? Si Bejo rumahnya pindah tuh.”
“Wah? Yang bener lu? Hm.. Pasti ada sesuatu nih. Pindah kemana dia?”
“Entahlah gak tau gue, tapi kata penghuni rumah yang baru sih dia sekarang tinggalnya di deket SMA 31. Coba deh lo cek kesana.” setelah gue selesai melepas sepatu gue langsung berjalan kedapur untuk mencari makanan.
“Oke deh.” Jawabnya singkat.
to be continued....
0 comments:
Post a Comment