Novel (part 12) - Pengkhianat yang Berkhianat



Hari ke-2



“Woy!, ngelamun aja kalian berdua. Masa pacaran kok diem-dieman gitu seh?” goda gue terhadap Reyna dan Andi yang lagi pacaran di depan kost-an.

“Eh elu rif ganggu aja. Ada apa?” sahut Andi.

“Gakpapa, Cuma pengen gabung aja hehe. Gue gak ganggu kalian kan?” tanya gue sekali lagi, sambil menoleh ke arah Reyna dan mengangkat alis gue beberapa kali untuk menggodanya.

“Iyaaa, gak ganggu ko ihhh..” jawab Reyna manja.

“Hahaha sorry deh sorry. Gimana kalo kita main ke taman kota aja? Sambil refreshing gitu.”

“Gimana rey?” tanya Andi.

“Okedeh, lagian gue bosen disini mulu.” jawab Reyna sambil memanyunkan bibirnya.



Kita bertiga pun bergegas pergi ke taman kota menggunakan mobil Reyna.

***

Sesampainya di taman kota Reyna langsung memarkirkan mobilnya, dan kami pun bergegas keluar untuk menikmati suasana taman kota.



“Haaa sejuknya, enak nih tiduran disini.” teriak gue sambil merebahkan diri di kursi panjang yang berada di taman.

“Eh buset, jadi lu kesini cuma pengen tidur doang? yaudah gue mau jalan-jalan aja dulu sama Reyna.” ucap Andi sambil menggandeng Reyna pergi.



“Yaa terserahlah, yang penting sekarang gue bisa menikmati suasana kayak gini. Rasanya sudah lama sekali gue gak dateng ke tempat ini. Dulu gue sering pergi ketempat ini sama Bejo. Tapi sekarang cuma gue sendiri, gak habis pikir kenapa dia pergi gitu aja ninggalin persahabatan kita.” ucap gue dalam hati sambil menatap dedaunan pohon yang rindang tepat di atas gue. Gue gak berhenti memikirkan persahabatan antara gue dan Bejo yang sudah terjalin sejak pertama kita masuk SMA, gue berharap semuanya bisa kembali seperti semula. Dimana kita berempat bisa berkumpul lagi.



Seiringnya daun berguguran di taman tersebut gue pun tertidur dengan nyenyak. Entah sudah berapa lama, mungkin sekitar 20 menit tiba-tiba Andi manggil gue dengan keras. Sontak gue kaget dan langsung bangun seketika.



“ARIF!!” teriak Andi.

“Apa woy? gausah teriak segala, gue gak budek.”

“Iya sorry, masih mau disini atau kita cabut?” ajak Andi.

“Yaudah ayo, gue males kalo harus ditinggal terus pulang sendirian.” jawab gue sambil mendekati mereka berdua.

to be continued.....

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Copyright © / Diksi Gue (Ridwan)

Template by : Urang-kurai / powered by :blogger